Jumat, 08 Mei 2015

S O K A R A J A A N

Jaman aku kanak-kanak sampai sekitar maaa remaja, di Sokaraja, 9 km timur Purwokerto, yang terkenal akan gethuk dan srotonya, berderet pedagang lukisan di pinggiran jalan. Semua lukisan yang digelar adalah lukisan pemandangan. Jadi sudah semacam landmark untuk Sokaraja dimana kanan kiri jalan penuh lukisan pemandangan.

Lukisan-lukisan pemandangan di galeri jalanan ini diproduksi masal dengan bahan murah. Kanvasnya deklit atau bekas kantong terigu. Catnya cat becak dengan warna-warna tegas yang susah diajak kompromi.

Dan soal kualitas adalah masalah keberuntungan. Kau beruntung, kau dapat yang bagus. Kau tidak, kau dapat yang ngaco. Pendek kata tidak ada standar kualitas. Mau sukur, tak mau, tak masalah.

Ketika kedua lukisan yang fotonya kutampilkan di sini datang, aku nyeletuk: wah bagus ini, Sokarajaan. Rupanya pelukisnya sendiri yang mengantar. Dia sama sekali tidak hepi, karyanya kusebut Sokarajaan. Katanya: Owh bukan, pak. Ini lukisan pemandangan. Pertamanya aku agak heran kenapa dia tersinggung. Tapi setelah aku mencium bau cat minyak di lukisannya aku tersadar. Dia tidak mau dituding melukis dengan cat becak.

1 komentar:

  1. horeee... mulai ngeblog lagi yaaa mas...

    suka dg lukisan pemandangan alamnya :) kreatip yaa dg menggunakan bahan yg "mudah" bagi pelukisnya, .. itu cocok buat ukuran kantong saya, biarpun kualitas cat becak ... rasanya keren gemanaa gituh kalo di dinding nempel "lukisan".

    trmksh mas lukisan ini sudah di tag d dinding wall fb sayah :)

    BalasHapus