Selasa, 11 November 2014

SKRIPSI SILUMAN

Sebelum diperbolehkan menjelma menjadi siluman utuh, para calon siluman harus menamatkan kuliah dulu. Sudah barang tentu skripsinya adalah terkait figur siluman apa yang didambakan oleh calon yang bersangkutan. Contoh judul skripsi adalah, Dampak Kinerja Nyi Blorong Untuk Pesugihan Toko Besi dan Bangunan. Atau, Wacana Kebijakan Ijin Tinggal di Kepala Medusa bagi Ular Non Bisa.

Lalu calon siluman yang satu ini eksentrik. Dia ingin lain daripada yang lain. Judul yang diajukannya adalah Studi Perdana Purwarupa Burung Berkepala Anjing. Dan dosen pembimbingnya seketika terperanjat kala pertama kali membaca judul itu meskipun akhirnya dia menyetujui.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Akhirnya setelah hampir lima bulan digarap, skripsi tentang prototype siluman burung berkepala anjing itu selesai. Tanpa banyak revisi tesis langsung diuji. Dan pendadaran berlangsung sunyi. Semua dosen penguji tekun membaca bab Kesimpulan dan Saran.

Isi dari bab Kesimpulan dan Saran adalah kurang lebih sebagai berikut:

KESIMPULAN
1. Purwarupa Burung Berkepala Anjing, selanjutnya ditulis purwarupa, adalah perpaduan antara badan murai batu dengan kepala anjing gembala jerman.
2. Purwarupa tidak bisa terbang. Hanya mampu berjalan terseok-seok. Ini karena proporsi kepala dan badan yang ngaco.
3. Purwarupa tidak menakutkan bagi manusia karena purwarupa bukannya menyalak (jegok) malah berkicau (ngoceh).
4. Purwarupa tidak bisa makan cukup, karena jika.purwarupa makan cukup, maka lubang duburnya bisa dipastikan jebol ketika harus BAB.
5. Sesama siluman ketakutan ketika didekati purwarupa. Entah takut rabies atau takut dengan rupa yang sangat tidak lazim.

SARAN-SARAN
1. Penulis tidak merekomendasikan studi lanjut Siluman Burung Berkepala Anjing.
2. Adik-adik penerus yang berpotensi nyeleneh seperti penulis, pikirkan baik-baik sebelum mengambil keputusan. Jangan ikuti jejak penulis yang berakhir dengan silit jebol seperti ini.

Semua dosen penguji sepakat memberikan nilai A+, dan si calon lulus cum laude post mortem.

Jumat, 17 Oktober 2014

PERSAHABATAN BAGAI KEPOMPONG?

Persahabatan bagai kepompong? Aku tidak setuju. Metafor tersebut aneh dan yang menggagas besar kemungkinan belum pernah mengalami perjalanan persahabatan sejati dimana berbagai hal, berbagai suka-duka dialami bersama dan kerap kali untuk mereka yang persahabatannya dahsyat berujung.membuahkan karya luarbiasa.

Daripada itu aku memilih frasa aktual Persahabatan Bagai Lennon/McCartney. Frasa ini kupakai guna mengekspresikan apresiasiku kepada sebuah mega persahabatan.

Sudah, aku tidak perlu seperti guru PAUD menerangkan hal ihwal Lennon/McCartney. Tetapi saranku putarlah kembali beberapa track dari album Rubber Soul. Utamanya "In My Life" dan "Wait". Resapi lirik dan melodinya. Di sana Anda akan mengerti makna sejati mengenai apa itu seiya sekata seiring setujuan, tanpa agenda tersembunyi.

ORANG MISKIN/SUSAH TIDAK BOLEH PENAKUT

Apa yang mau aku sampaikan pagi ini adalah orang susah/miskin tidak boleh penakut atawa penjijik. Sebab besar kemungkinan, situasi yang menakutkan atau menjijikkan akan menjadi peluang untuk bangkit dari kemiskinan.

Conto: ketika satu rumah/tempat yang kondang angker memerlukan penjaga malem, dan hampir tiada yang mau mengisi pekerjaan tersebut, hai si miskin datangilah. Itu peluangmu untuk bilang, "Wani piro?"

Conto lain: ketika ada seorang nenek peyot ganjen yang tidak berhenti mengomel dan sebentar-sebentar meludah di sembarang tempat dan ia memerlukan asisten untuk mendampingi ke sana ke mari, datangilah. Katakan, "Wantun pinten?".

Kamis, 16 Oktober 2014

KENAPA THE BEATLES TIDAK PERNAH MANGGUNG DI INDONESIA

The Beatles adalah ikon sejarah budaya modern dengan publikasi rekaman musik mereka yang mengguncang dunia di sepanjang dekade 1960an.

Semua orang yang menyukai peradaban seni modern akan tahu siapakah The Beatles itu.

Namun sayang sekali. Dari ratusan ribu kilometer mereka tempuh dalam rangkau menampilkan musiknya, tak sedetikpun waktu mereka luangkan untuk tampil di Indonesia. Kasihan deh loe, Indonesia.

Kenapa begitu? Jawabannya jelas. Pertama, Bung Karno tidak menyukai budaya rock n'roll dan mengatainya sebagai musik "ngak-ngik-ngok". Kedua, saat puncak ketenaran The Beatles dan mereka tour kemana-mana, Indonesia sedang hati panas dengan Malaysia (Ganjang Malaysia). Ricuh dengan Malaysia sama saja ricuh dengan Inggris, karena Malaysia adalah benar-benar rumpun yang sudah total bersedia bernaung di ketek Inggris. Dari itu sudah barang tentu demi alasan keamanan, tak akan ada satu lubang kesempatanpun untuk menghadirkan The Beatles di Indonesia.

Nah, ketika jaman Orde Baru tiba, Bung Karno sudah digulingkan, serta rumpun kita sudah cipika-cipiki dengan Malaysia, The Beatles sudah memutuskan berhenti melakukan tour. Mereka tetap berkarya membuat album rekaman dan karya-karya lain baik secara grup maupun perseorangan.

Senin, 06 Oktober 2014

Travis Walton, Digondol Wewe

Travis Walton

Mata pembicaraan dengan tema "digondol wéwé" atau dalam bahasa Banyumasannya "degawa kélong" selalu menarik bagiku. Ini adalah kasus. Kasus yang mana satu individu, bisa kanak-kanak atau orang dewasa, lenyap secara misterius. Sering orang Jawa menimpakan kejadian misterius adalah akibat ulah hantu. Dan manusia lenyap misterius adalah karena ia digondol hantu wéwé.

99% kisah digondol wéwé yang kudengar/kubaca, yang terjadi di negeri ini adalah kisah konon katanya. Tidak ada bukti-bukti valid yang terdokumentasi, apalagi saksi. Semua terserah imajinasi penutur kisah. Kisah dengan benang merah seseorang dibawa hantu. Ada yang kembali ada yang tidak. Biasanya yang kembali menderita sakit ingatan. Lalu ketika ingatannya pulih, ia mampu menceritakan pengalamannya selama disekap hantu. Diberi makan mie, padahal sebenarnya cacing (kata dukun). Diberi bubur, padahal lumpur. Tak jarang kisahnya adalah bahwa korban dijadikan budak seks si hantu selama dalam penyekapan. Mungkin dengan bumbu, hantunya molek sebelum bersetubuh dan berubah ujud aslinya yang menakutkan serta menjijikkan ketika kelar. Benar tidaknya semua itu tak ada yang bisa memastikan. Termasuk yang bertutur.

Di Arizona, 5 November 1975, Travis Walton 22 tahun saat itu, lenyap secara misterius. Beberapa jam sebelum hilang, 5 temannya menyaksikan Walton terjengkang terlentang dihantam kekuatan tak berujud yang datangnya dari bola bercahaya kemana Walton sedang terpesona mengagumi. Kelima temannya kabur ketakutan. Dan saat mereka kembali ke lokasi dimana Walton rubuh untuk menolong, Walton sudah raib bak ditelan bumi.

Seketika warga gempar atas hilangnya Travis Walton. Pencarian besar-besaran dilakukan dan hasilnya nihil. Kasus ini jadi pusat perhatian. Berbagai asumsi dilontarkan. Termasuk mencurigai kelima kawan Walton bahwa mereka berkomplot membunuh Walton dan menyembunyikan mayatnya. Untuk kecurigaan ini lima pemuda itu menjalani tes poligraf.

Di hari kelima pencarian Travis Walton, sama misteriusnya dengan ketika hilang, Walton muncul lagi di satu tempat beberapa puluh kilometer jauhnya dari tempat dia hilang. Dia dalam keadaan telanjang bulat, sangat depresi, dan fisik yang sangat lemah.

Setelah pelan-pelan kondisinya pulih, Walton bisa menceritakan bagimana dia disekap dan sampai akhirnya dia meloloskan diri lima hari kemudian.

Minggu, 05 Oktober 2014

Film Bioskop Tentang UFO Yang Tidak Begitu Dikenang


Aku baru tahu ada film ini empatbelas tahun setelah 1994. Dan tidak ingat apakah ini pernah beredar di bioskop-bioskop di negeri ini atau tidak.

Bukan dari segi hiburannya. Aku menempatkan film ini dalam daftar pustaka utama-ku adalah karena informasi yang terkandung di dalamnya. Visualisasi tentang apa yang kira-kira terjadi di satu tempat terpencil, jauh dari mana-mana, di New Mexico, Amerika Serikat di pertengahan tahun 1947.


Minggu, 07 September 2014

Nyengir Dikit


ANDE-ANDE LUMUT

Nini Randa ora tanggap lamona anake, si Ande2 Lumut kuwe anu homo..

Mulane deweke ora mandek gole ngomel mbahas masalah mbojo. "Kowe kepriben janne karepe, Muut?? Wis bola bali deparani cewe mblongor2 pisan koh tetep bebeh baen!? Endi kaeh Klenthing Abang, Klenthing Ijo, Klenthing Biru, maning sing paling oye Klenthing Kuning?? Kabeh ko emoh? Terus sapa, Muutt??"

"Pasha Wungu baen, Maaak, kon ngeneeh....." Ande2 Lumut nyauri karo ngoloih jempol.



PASTI

Bocah2 klas 2 SD lagi deprentah bu guru kon gawe kalimat nganggo kata "pasti". Bu guru ngko garep aweh nilai paling duwur sapa sing paling pas memaknai kata "pasti".

Pertama, Robi ngacung, "Setiap hari minggu kami pasti makan di restoran!" Sisan pamer maksude.

Bu Guru njawab, "Mmm belum pas, Robi. Bagemana jika ayah lagi boke?"

Agus ngacung, "Saya nanti siang pasti dijemput pak supir naik mobil!"

Jere Bu Guru, "Laah, ya ngga pasti ya, Gus. Bagemana kalo pak supir mendadak sakit?"

HENDRO ngacung niat banget, "Saya mau tanya, Bu Guru..??!"

"Ya, Ndro?"

"Apa kentut termasuk benda padat, Bu??"

"Bukan, Ndroo, kentut itu benda gas namanya."

"Waah, kalo gitu saya pasti kapitcirit gye Buu..!" Karo nggramak katoke mbang silit.

Hendro dina kuwe ulih biji paling duwur dalam memaknai kata "pasti"



NGINUM ANGGUR

Malem jemuah Surat kliyus ming warung jamune Kirno.

"Anggur, No. Separo gelas baen." Put srapat sruput, entong.

"Jog, Rat?" Kirno takon.

"Ngko 'dela." Surat ngetokna hape, dideleng sedela terus moni, "Ya, No. Jog." Kirno ngejogi anggur separo gelas maning.

Begitu entong, Kirno tawa jog maning. Pada kaya sedurunge, Surat niliki hape disit sedurunge moni iya. Kaya kuwe terus ngasi ping bola bali jog.

Akhire Kirno ora tahan, takon, "Deneng niliki hape dingin siy, Rat? Sedurunge jog?"

"Iya kye, No. Ndeleng fotone bojoku. Nek wis keton mandan ayu, nyong bali."

Selasa, 02 September 2014

Mulai Mengisi Blog Ini Lagi

Setelah lama tidak mengisi, hari ini aku mengisi blog-ku lagi. Kuawali dengan entri ini yang kuanggap sebagai sapaan salam jumpa lagi setelah lama tak bersua.

Baiklah, tanpa panjang lebar maka entri jumpa lagi ini kuakhiri. Untuk ke depannya, blog ini semoga secara teratur diisi dengan dongeng atau sekedar celoteh dari Jikin Favorit.