Di Jakarta Jikin punya satu kenalan yang kondisi mentalnya tidak cukup stabil. Sebut saja namanya Indra. Kenapa Jikin bilang bahwa ia tidak baik kondisi mentalnya? Ya, karena dia menunjukkan perilaku yang ganjil, lain daripada yang lain. Jikin ambil contoh adalah perilaku Indra terhadap monyet peliharaannya.
Orang normal memelihara monyet di rumah. Di dalam kandang atau diumbar di tempat terbuka dibelenggu rantai panjang. Tapi Indra tidak begitu. Monyetnya dibelenggu rantai, dan ditambat ke sepeda motornya. Walhasil, monyet ini ikut kemanapun Indra pergi bersepeda motor.
Sungguh malang si monyet. Indra kalau bawa motor kan ngebut, jadi monyet tanpa helm ini mau tidak mau kudu pegangan erat-erat di kaca spion. Ia berusaha sekuat tenaga supaya tidak tergelincir jatuh. Sebab dia tahu, kalau dia tergelincir, dia akan tergantung-gantung di bawah setang sebelum kemudian diangkat Indra, didudukkan ke posisinya semula. Belum cukup dengan sport jantung tergantung-tergantung, si monyet masih harus disentil Indra sambil dikatai, "dasar pe ak, loe. Gue bilang pegangan kuat-kuat, malah ngantuk! Loe monyet paling asoy tau? Motoran terus ama gua kesono kemari! Monyet laen mana bisa beginiih??"
***
